Nama :M.KHOIRUDDIN
NPM :10.1.01.06.0058
Kelas : IIIB BIOLOGI
Biografi nara sumber
Nama :mbah H. paini
Ttl :Nganjuk 19 juni 1930
Anak ke-5
SEJARAH BERDIRINYA
DESA CENGKOK KEC.NGRONGGOT KAB. NGANJUK
Beribukotakan Nganjuk, Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Jombang di timur, Kabupaten Kediri dan Ponorogo di selatan, dan Kabupaten Madiun di barat.
Kondisi geografis Nganjuk merupakan dataran rendah dan pegunungan, Kabupaten Nganjuk memiliki kondisi dan struktur tanah yang cukup produktif untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan sehingga sangat menunjang pertumbuhan ekonomi dibidang pertanian.
Cengkok adalah nama sebuah desa di daerah Nganjuk. Desa tersebut sangat dikenal oleh masyarakat Nganjuk dan sekitarnya. Nama Cengkok diambil dari nama pohon yang di Cangkok. Bagaimana kisah terjadinya nama desa Cengkok tersebut ? Simak catatan Udin, RRC ( Republik Remaja Cerdas) News bersama tokoh sesepuh paranormal desa mbah Paini
Nama Cengkok berasal dari Istilah orang sesepuh pada jaman dahulu ada pohon atau suatu barang yang akan di Cangkok dengan mengacu pada sejarah bahwa dahulu ada seorang Waliyulah yang ingin membuat telaga ( Bengawan ) di sebuah hutan. Waliyulah ini tidak lain adalah sunan Bonang merasa tidak nyaman dalam menjalani perjalan karena tidak suci sehingga ketentraman batinya merasa selalu terganggu oleh karena itu saat di hutan ingin berwudlu ( bersuci ) tidak melihat ada air maka ingin membuat telaga dengan meminta izin kepada Allah , Suatu ketika saat berjalan di tengah hutan ada Rawa yang berupa Kolam kecil tapi di tengah kolam ada pohon seperti beringgin , dirasa air tidak mencukupi atau kurang bersih beliau ingin membuat bengawan dengan menyebut asma Allah.
Saat telaga ( bengawan ) ingin dibuat dengan kebesaran pencipta alam semesta menunjukan kebesaranya yaitu rawa yang ingin dibuat telaga ( bengawan ) pohon yang ada ditengahnya terangkat beserta tanahnya melayang mengalirkan air namun tidak tenggelam . keinginan membuat telaga tersebut tidak di urungkan niatnya , pada waktu niat membuat telaga di halangi oleh nyai Plenceng . sehingga terjadilah pertempuran antara kedua belah pihak , tapi nyai Plenceng kalah dalam pertarungan . disaat sunan bonang mengebaskan serban terjadilah bengawan. Saat itu pula Nyai Plenceng berlari mengambil tompo ( wadah nasi ) dengan berisikan tanah kemudian dilemparlah ke bengawan . sehingga bengawan hilang atau lenyap dan gagalah niat sunan bonang membuat telaga . tapi para budi srani dan penunggu lainnya pohon beringin . Pada saat itu mereka meras terganggu dengan kedatangan Waliyulah dan Nyai Plenceng yang membuat tempatnya menjadi daratan bukan sebuah rawa , lalu mengadakan musyawarah ( perjanjian ) yang digunakan untuk mengadakan kesepakatan antara penunggu pohon tersebut dengan Waliyulah dan Nyai plenceng . yaitu beliau inggin mencangkok pohon beringin yang ada di tengah rawa yang sudah menjadi daratan . Niat tersebut di sepakati oleh kedua pihak.yang konon akan menjadi cikal bakal desa cengkok dan pelindung masyarakatnya. Meski dulu pernah ada yang mencangkok pohon dari semaian pohon beringin tua tersebut dan ditanam dengan maksud mengantikan pohon tersebut tidak tetap bisa hidup atau digantikan .
Namun keangkeran pohon tersebut masih tersa sampai saat ini meski hanya bekasnya saja . Pohon ini terbilang angker , karena sudah berumur tua dan juga kata warga tempo dulu sering melihat sesosok mahkluk astral/mahkluk halus . Ada cerita barang siapa yang mengambil bagian pohon beringin ini akan gila karena diikuti dan ditemani oleh mahkluk yang menjadi penunggu pohon beringin ada yang menceritakan salah satu penunggunya adalah Burung Berkutut putih yang menjadi daya tarik masyarakat jaman dahulu , ada beberapa orang dari Banten , Banyu wangi , Cirebon yang ingin mendapatkan burung tersebut untuk di pelihara namun tidak ada yang bisa kecuali masyarakat atau penduduk asli desa cengkok . Konon memang dulu pernah ada yang berani mengambil rantingnya sebagai kayu bakar dan berakhir gila dan wafat . Meski ditakuti masyarakat pohon itu oleh sesepuh desa merupakan tempat sembunyi yang ampuh pada masa belanda , yang cukup menarik yang pernah saya dengar, yaitu pada saat kedatangan Hindia Belanda , pohon ini menjadi pelindung bagi masyarakat yang akan dibunuh atau dikejar belanda . para warga duduk di bawah pohon beringin tua ini tidak mati atau mengalami luka meskipun ditembaki dan dihujani peluru dari berbagai arah . sehingga orang belanda ingin menebang pohon beringin tersebut. Pernah dicoba oleh pengawalnya baru mau menebas pohonyabaru berjalan mendekati jalan menuju pohon beringin semua orangya menjadi gila.
Tidak sampai disitu keangkeran pohon beringin , sebelum kedatangan waliyuloh tersebut , di ceritakan sudah ada Naga yang bersemayam ( tidur ) dibawah beringin tersebut. konon ekornya berada dibawah pohon beringin dan kepalanya berada di perbatasan dusun pagak dengan cengkok ,tepatnya dibawah jembatan . yang merupakan pintu gerbang kealam Ghaib atau alam mahkluk halus yang terletak di kepala dan ekornya.
Dan ungkapan satu rasa syukur kepada Allah masyarakat dari dulu hingga sekarang karena dilindungi oleh perantara pohon beringgin hingga sekarang masyarakat desa Cengkok masih tetap, melakukan adat masyarakat setempat yaitu bersih desa yang dilaksanakn pada 1 (1 Suro ) dan pelaksanaan bersih desa ini tetap di pusat kan di bekas pohon beringin .Dan maksud dari di adakannya bersih desa itu adalah meminta atau memohon kepada Tuhan yang maha Esa agar di hindarkan atau dijauhkan dari berbagai mala petaka perasaan iri dan menjadi desa yang makmur , sentosa, aman, nyaman, tentram dan damai dan agar para masyarakatnya menjadi masyarakat yang di kuatakan hatinya baik secara lahir maupun batin.
Dan sehingga dengan maksud menyelenggarakan atau mengadakan hajadan bersih desa ini mempunyai tujuan agar desa yang agung ini di berikan berkah yang sangat melimpah ruah, murah pangan, murah sandang dan yang lebih dari itu juga di jadikan desa yang sangat "gemah ripah loh jinawi kerto tentrem raharjo".
Banyak orang luar jawa yang menyebut jika kita melakukan hajadan apalagi hajadan itu di selenggarakan di Bekas pohon beringin sering di sebut sebagai orang syirik. tetapi hajadan bersih desa ini dilakukan untuk menyembah Allah para orang yang beragama islarn di tempat yang paling suci di desa cengkok karena bekas beringin ini tidak boleh sembarang orang yang masuk.Seperti orang yang sedang haid dilarang megunjungi bekas beringin ini dan jika kita mengunjungi bekas beringin ini kita tidak boleh melakukan hal yang dilarang oleh agarna islarn.